07 Juni 2009

bahaya terlalu lama di depan komputer

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa mahasiswa yang sering menghabiskan waktunya di depan komputer pada hari-hari tertentu, semakin besar kemungkinan mereka menderita sakit pada otot dan tulang dalam jangka waktu 24 jam.

Namun, karena studi ini hanya dilakukan pada sejumlah kecil kasus (hanya melibatkan 27 siswa) maka belum dapat dipastikan apakah pola tertentu dari penggunaan atau posisi tubuh ketika di depan komputer yang mengakibatkan masalah ini.

Dr. Jack Tigh Denmerlein dan rekan-rekan dari Harvard School of Public Health di Boston melaporkan dalam Journal of Industrial Medicine bahwa gejala keluhan pada otot dan tulang bagian atas umum terjadi pada pelajar dan mahasiswa, terutama pada remaja perempuan setingkat SMU, diploma dan mahasiswa lulusan teknik.

Pemakaian komputer secara berlebihan merupakan faktor dominan yang menyebabkan gejala tersebut, Dennerlein beserta timnya “mengukur” waktu penggunaan komputer pada mahasiswa yang belum lulus dengan menggunakan perangkat lunak untuk menentukan apakah penggunaan komputer sehari-hari berkaitan dengan gejala (keluhan) otot dan tulang yang dialami pada hari-hari tertentu.

Dalam studi yang dilakukan selama seminggu saat pergantian musim semi, 96 persen dari siswa melaporkan bahwa mereka mengalami masalah keluhan otot dan tulang, paling tidak sekali. Pada keluhan pertama biasanya mere-ka merasakan gejala sakit pada leher, sementara keluhan ke dua umumnya dirasakan para siswa pada punggung bagian atas dan bawah serta bahu.

Para peneliti menemukan bahwa siswa yang menghabiskan waktu di depan komputer lebih dari tiga jam setiap harinya, 50 persen di antara mereka sepertinya mempunyai keluhan pada gejala tersebut. Mereka yang paling banyak menggunakan komputer dalam keseharian mengalami gejala hampir dua kali lipat dibanding mereka yang lebih sedikit menggunakan komputer, walaupun hubungan secara statistik tidak terlalu signifikan.

Para peneliti menyimpulkan “Prevalensi gejala keluhan otot dan tulang yang terobservasi dan hubungan potensial antara penggunaan komputer dan gejalanya dirasa perlu diteliti lebih lanjut untuk mengurangi jumlah penderita.,” hal ini membutuhkan waktu yang lebih panjang dan studi yang lebih luas mengenai pemeriksaan sikap atau posisi tubuh terhadap komputer dan faktor lain yang mempengaruhi resiko keluhan pada otot dan tulang.

01 Juni 2009

Tiga Nomer HP Di Satu Ponsel

Perang tarif yang berdampak pada memburuknya kualitas layanan operator seluler memaksa sebagian orang menggunakan lebih dari satu nomor. Ponsel bawaan otomatis bertambah. Bila ingin meringkasnya, ponsel triple on GSM-GSM-CDMA dapat dipertimbangkan.

Tiga nomor bisa siaga bersamaan di satu unit ponsel Beyond B999i atau Taxco DM90i. Ketika salah satu nomor GSM sedang digunakan bertelepon, satu nomor GSM lain tak bisa dihubungi. Namun, nomor CDMA masih bisa ditelepon. Begitu pula sebaliknya. Saat pengguna sedang berkomunikasi via nomor CDMA, nomor GSM tetap dapat dihubungi.

Beyond B999i
Ponsel triple on plus televisi pertama yang beredar resmi di Indonesia ini dijual seharga Rp 2,399 juta. Nada dering telepon maupun SMS masing-masing nomor dapat dibedakan. Yang menarik, nada SMS B999i bisa menggunakan file MP3. Di kebanyakan ponsel bermerek lokal buatan Tiongkok, hal tersebut mustahil dilakukan.


Buku telepon 500 nama multiple entry, blacklist, kamera VGA, perekam video, dan perekam suara adalah sebagian fitur B999i. Ada pula slot microSD, GPRS, MMS, bluetooth, dan radio FM. Siaran televisi dan radio FM di ponsel tersebut bisa direkam.

Selama menguji pakai B999i, dengan perilaku bertelepon ala penulis, sekali diisi ulang baterai ponsel itu mampu bertahan 1-1,5 hari. Ponsel tak pernah dimatikan dan tiga nomor yang terpasang selalu siaga.
Loading SMS yang lambat saat ponsel kali pertama dinyalakan menjadi nilai minus ponsel ini. Untuk membaca SMS di tiga kartu yang penulis pasangkan, dibutuhkan waktu sekitar lima menit.

Taxco DM90i
Berbeda dengan B999i, nada dering telepon dan SMS tiga nomor yang siaga di DM90i tak bisa dibedakan. Nada dering teleponnya dapat memanfaatkan file MP3, sedangkan nada SMS harus memilih satu di antara delapan alternatif nada yang tersedia. Keypad DM90i, menurut penulis, juga kalah nyaman dibandingkan keypad B999i.
Dua sisi minus DM90i itu dikompensasi dengan beragam fitur menarik. Di antaranya, lost mobile tracker, mesin penjawab telepon yang bebas pulsa, bluetooth yang dapat difungsikan sebagai pengendali komputer dari jarak jauh, dan pelindung SMS rahasia.

Pengguna juga dapat menambahkan suara latar saat bertelepon. Ketika dihubungi teman, misalnya, pengguna boleh saja mengaku sedang berada di pub. Alunan musik jadi-jadian yang terdengar membuat teman pengguna percaya. Padahal, pengguna sebenarnya sedang tiduran di tempat kos.

Spesifikasi lain DM90i, di antaranya, dua buah kamera VGA, GPRS, MMS, buku telepon 200 nama multiple entry, televisi yang siarannya dapat direkam, dan radio FM. Tersedia pula radio FM, penyaring panggilan masuk, perekam suara, perekam video, melody composer, dan slot microSD.

Ketika menguji pakai B999i dan DM90i, penulis menggunakan tiga nomor yang sama persis. Loading SMS di DM90i tuntas dalam waktu maksimal dua menit. Dengan perilaku pemakaian yang sama, daya tahan baterai DM90i rata-rata setengah hari lebih lama daripada B999i.